Welcome Delegation from Surabaya

Sebuah pengalaman tak terlupakan dialami Afif Linofian, salah satu pelajar SMAN 11 Surabaya, ketika terpilih menjadi delegasi Surabaya Sister City Program tahun 2009. Afif (nama panggilan Afif Linofian, Red)dan 20 pelajar dari sekolah lain di beri kesempatan oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk mengenyam pendidikan di luar negeri secara gratis. Surabaya Sister City Program merupakan bentuk kerjasama bilateral antara Pemkot Surabaya dan beberapa kota lain di luar negeri seperti Perth (Australia), Xiamen (China) dan Busan (Korea Selatan). Kegiatan ini telah diselenggarakan sejak tahun 2007, dimana pada saat itu pemkot mengirimkan delegasi ke Perth,Australia.
Semangat - Hari pertama belajar di sekolah di dampingi Chen Laoshi
Tidak mudah bagi Afif untuk menjadi salah satu delegasi Surabaya Sister City Program. Setidaknya ada 4 jenis tes yang harus di hadapi yaitu Tes Verifikasi Kependudukan Surabaya, Tes TOEFL, Tes Kecakapan Menulis dalam Bahasa Inggris, Tes Bakat, Tes TPA dan Psikologi dan Wawancara oleh pihak pemerintah kota dan dinas pendidikan. Setelah berbagai tes dijalani maka terpilih lah 21 pelajar yang masing- masing terdiri dari 7 pelajar SMP, SMA dan SMK se-Surabaya. Ke-21 pelajar tersebut dibagi menjadi ke 3 kota Negara tujuan yaitu 9 pelajar ke Australia dan 6 pelajar ke China dan Korea (dengan komposisi jenjang pendidikan yang sama).
Hore - Tim merayakan kemenangan di perlombaan antar kelas
Beladiri - Suasana pelajaran wushu di kelas martial art
Bersama 5 pelajar lain dan 2 guru pendamping, Afif berada di kota Xiamen China selama 10 hari (pada tanggal 13-22 November 2009). Di Xiamen, delegasi Surabaya bersekolah dan tinggal di dormitory Xiamen Commercial Industrial and Tourism School. Sebuah Vocational School, SMK, yang memiliki 3 jurusan yaitu Bisnis, Teknik dan Pariwisata dan memiliki puluhan sub jurusan. Seluruh siswa di sekolah tersebut wajib untuk tinggal di asrama selama 5 hari efektif sekolah lalu pada hari sabtu dan minggu diperbolehkan pulang ke rumah masing – masing.

Konsentrasi - Para siswi delegasi surabaya serius mengikuti kelas tari tradisional china
Libur - Hari libur sekolah dimanfaatkan untuk refreshing ke Xiamen Botanical Garden
Banyak pelajaran berharga yang di dapat Afif selama berada di negeri tirai bambu. Salah satu nya adalah rasa memiliki terhadap fasilitas sekolah dan umum. Kesadaran dan sense of belonging yang tinggi membuat siswa enggan untuk mengotori atau bahkan merusak fasilitas yang ada seperti meja, kursi, pintu, halte, tembok, telepon umum, lapangan dan lain–lain. Sehingga mereka dapat menggunakan dan memanfaatkan fasilitas sekolah dan umum yang ada secara maksimal. Kebersihan juga sangat diperhatikan di Xiamen. Seluruh siswa tidak ada satupun yang berani membuang sampah sembarangan. Bahkan hukuman untuk siswa yang terlambat atau tidak mengerjakan tugas adalah membersihkan kamar mandi dan taman.

Megah - Foto di depan salah satu gedung sekolah yang megah
Pesawat - Salah satu foto pemandangan sekolah yang terdiri dari puluhan gedung , puluhan lapangan dan1 pesawat terbang
Puisi - Foto bersama di akhir kelas Chinese Poem
Remo - Penampilan tari tradisional Surabaya oleh delegasi
Kesempatan belajar budaya asing juga dirasakan Afif dkk di Xiamen. Di hari tertentu mereka mengikuti kelas kebudayaan China seperti Seni Kaligrafi China, Berbicara bahasa China, Tari Tradisional China, Masakan Tradisional China , Martial Art (Wushu) dan lain2. China sangat hormat pada budaya leluhurnya sehingga masyarakat China selalu berusaha belajar dan melestarikan kebudayaan mereka. Fa Guang family (sebutan untuk delegasi Surabaya ke Xiamen 2009, Red) juga menampilkan kebudayaan asli Indonesia khusus nya Surabaya di hadapan ribuan siswa dan guru Xiamen CIT School. Tari Remo menjadi salah satu penampilan Fa Guang family lalu 5 lagu dinyanyikan secara apik oleh mereka. Lima lagu tersebut terdiri dari 2 lagu China (Yue Liang Dai Biao Wo Di Xin dan Mo Li Hua), 2 lagu Surabaya (Rek Ayo Rek dan Surabaya Oh Surabaya) serta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Air mata tak dapat dibendung oleh Afif dkk saat menyanyikan lagu Indonesia Raya karena mereka berhasil mengumandangkan nama Indonesia di negeri orang. Standing Ovation pun diberikan sesaat setelah Indonesia Raya selesai dinyanyikan.

Repulse Bay - Dengan sisa uang dan waktu yang ada maka delegasi menyempatkan diri untuk liburan negara tetangga Hong Kong
Sebuah kebanggan tersendiri bagi Afif karena bisa membawa nama Indonesia, Surabaya dan SMAN 11 Surabaya ke kancah internasional. Afif menjadi wakil SMAN 11 Surabaya ke tiga setelah Ana (Australia 2007) dan Ni Luh (Australia 2008) dan menjadi debut SMAN 11 menjelajah China karena pada tahun 2010 dan 2011 wakil SMAN 11 Surabaya juga terpilih untuk berangkat ke China (Ade dan Putri Fatmawati,Red). Semoga di tahun berikut nya SMAN 11 bisa selalu mengirim siswa nya untuk ikut dalam Surabaya Sister City Program dan menjaga eksistensi SMAN 11 Surabaya di dalam kota dan luar negeri.

Poskan Komentar

 
Top