Pusat Kurikulum dan Pembelajaran merespons keluhan dari pendidik yang menyatakan bahwa beban administrasi terlalu banyak dan berat, khususnya dalam menyusun RPP. Beban banyak dan beret, apakah ini dialami oleh semua pendidik? Orang yang dapat menjawab ialah pendidik itu sendiri karena pendidiklah yang mengalaminya.

Pendidik merasa bahwa RPP saat ini terlalu banyak karena banyak komponen yang hams ada sehingga jumlah halamannya banyak. Oleh karena itu, Pusat Kurikulum dan Pembelajaran menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) inspiratif untuk pendidik. RPP ini hanya satu lembar, dengan komponen utama tujuan pembelajaran, aktivitas, dan penilaian. Tujuan pembelajaran disarikan dari Kompetensi Dasar (KD) dan dirumuskan dengan kalimat yang mudah dipahami. Aktivitas berisi kegiatan aktif siswa selama pembelajaran. Penilaian sebagai gambaran secara umum tagihan untuk mengukur ketercapaian KD.

Penyusunan RPP inspiratif ini tidak sekadar mengurangi banyaknya halaman menjadi satu halaman. Pendidik diberikan kemerdekaan menyusun RPP bukan karena banyaknya jumlahnya halaman, tetapi bagaimana mengonstruksi rencana itu secara global dan mudah dipahami dalam menerjemahkannya pada saat kegiatan belajar-mengajar (KBM). Jika RPP inspiratif ini masih diperdebatkan karena jumlah halamannya, pendidik perlu meninjau kembali profesionalismenya sebagai pendidik. Dengan demikian, diharapkan tidak akan ada lagi pendidik yang mengeluh karena beban banyak dan berat dalam administrasi.

RPP ini disusun dari PAUD sampai dengan Pendidikan Dasar dan Menengah, dan SLB. Tidak semua mata pelajaran yang disusun, tapi beberapa ada yang mewakili dari satuan pendidikan.

Semoga RPP ini dapat menginspirasi para pendidik sehingga mampu mengembangkan RPP sendiri yang komunikatif dan  memudahkan baginya.

Jakarta, Desember 2019
Kepala Pusat Kurikulum


Dr. Awaluddin Tjalla


Posting Komentar

 
Top