Amazing Guangzhou
Siswi SMAN 11 Surabaya lain yang berkesempatan mewakili SMAN 11 Surabaya menjadi Delegasi Pendidikan Kota Surabaya ke Xiamen, China adalah Ade Septiari. Ade berangkat pada 18-23 Desember 2010. Yap, dia adalah angkatan setelah Afif Linofian, dan sebelum Putri Fatmawati. Bersama ke-3 pelajar lain dari sekolah yang berbeda, Ade menjadi Duta Pendidikan Kota Surabaya untuk Xiamen, China.Sebelum terpilih menjadi delegasi, Ade melalui beberapa tes yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya diantaranya Tes Verifikasi Kependudukan Surabaya, writing and speaking test¸ tes bakat dan tes psikologi dan wawancara.

English Class, Jimei Middle School
Berada di China selama 6 hari, Ade mengunjungi 2 kota yakni Guangzhou dan Xiamen. Di Guangzhou Ade mengunjungi Monumen 5 Kambing, Sun Yat Sen Memorial Museum dan Chen Clan Academy yang merupakan ketiga tempat bersejarah di Guangzhou.
Kegiatan Welcome Party yang diliput dan diposting di website Jimei Middle School
Inti kunjungan para delegasi adalah di Xiamen. Disana delegasi tinggal di Jimei Middle School’s dormitory. Jimei Middle School adalah salah satu sekolah dalam kawasan Jimei School yang merupakan salah satu sekolah terbaik di China. “Ketulusan dan ketekunan” adalah motto dari Sekolah Jimei ini. Satu hal poin kecil tapi juga penting adalah tempat duduk siswa tidak didesain menggunakan sandaran, melainkan hanya bangku biasa, sehingga menjadikan siswa tidak mudah mengantuk. Guru yang mengajar di depan pun tidak disediakan kursi sama sekali.
Miniatur Kota Xiamen
Kesan terhadap orang-orang Cina yang didapat oleh Ade adalah bahwa mereka sangat menghargai. Saat Welcome Party, mereka menunjukkan performance yang maksimal. Delegasi dari Surabaya mempersembahkan Tari Tradisional Sparkling Surabaya dan Remo. Mereka juga sempat menyanyikan lagu Yue Liang Dai Biao Wo Di Xin dan lagu Rek Ayo Rek. Mereka berencana mengajak siswa-siswi Jimei Middle School untuk menari dan bernyanyi bersama, namun sebelum mereka meminta, para murid datang dengan sendirinya ke panggung dan menari bersama. Mereka sangat menghargai dan sangat antusias akan kedatangan para delegasi.

Kunjungan ke Rumah Siswa Jimei Middle School
Ade sempat kaget melihat menu makan siang waktu itu, karena secara tidak langsung itu adalah permintaan dia dan teman-temannya. Pasalnya, saat makan makan pagi sebelumnya, para delegasi bercerita tentang masakan Indonesia yang dominasi bercitarasa pedas. Tidak menyangka, siang harinya, tuan rumah menyuguhi makanan-makanan pedas, mereka berkata untuk mengobati rindu pada Indonesia. Padahal hanya bercerita, tapi mereka dengan tulusnya mewujudkan itu semua. Itulah salah satu nilai lebih yang ditangkap dari penduduk China.

Kelas Siswa Internasional (Thailand), Jimei Middle School
Kunjungan Delegasi dibarengi dengan Kunjungan DPRD Kota Surabaya ke Pemerintah Kota Xiamen. Delegasi sempat diajak untuk mengunjungi Perpustakaan Kota, Xiamen Urban Planning Exhibition dan makan malam bersama pemerintah Kota Surabaya untuk membicarakan kerjasama antara Surabaya dan Xiamen.

Last Delegation Lost in China in Last Month
Ade menemukan bahwa di China semua orang yang berjalan tidak pernah santai, makan selalu tepat waktu, dan lebih membiasakan jalan daripada berkendara. Hal itu dapat disimpulkan bahwa pola hidup sehat sangat ditunjang di China. Kedisiplinan dan kemandirian serta rasa cinta tanah air adalah hal penting yang ditanamkan dalam setiap diri individu. Itulah segelintir pengalaman hidup yang sangat berharga yang akan selalu memberi makna pada hidup Ade serta tidak akan pernah dapat terlupakan



Poskan Komentar

 
Top