Keberhasilan Eropa untuk menjadi satu dalam Uni Eropa sangatlah sukses dan bisa menjadi refleksi bagi benua lainnya. Dilihat dari sector ekonomi, perindustrian, dll sangatlah maju. Dimulai tahun 2003 pada saat KTT di Bali tercetuslah sebuah ide yang menggagas tentang ASEAN Economy Community atau yang biasa disebut AEC. Bisa dibilang bahwa ASEAN ini berefleksi dengan Uni Eropa yang sudah sangat maju. Tetapi pada pertemuan KTT itu hanya tercetus ide dan belum dibahas secara matang karena masih ada Negara di ASEAN yang masih belum siap, seperti Negara yang masih terjadi konflik, seperti Kamboja dan Vietnam. Sebuah gagasan AEC ini dibahas secara terus menerus hinggatahun 2012. Dan pada saat pertemuan tersebut sudah disepakati bahwa di tahun 2015 nanti AEC akan dilaksanakan. Banyak dampak positif dari program ini yangdi mana AEC ini kebijakan tentang bebas jasa, bebas investasi, bebas impor danekspor, dll antarnegara ASEAN. Tentu di tahun 2015 nanti jika AEC ini dilaksanakan, tidak heran lagi bahwa banyak orang asing datang ke Indonesia untuk mencari rejeki karena masih banyak tempat untuk mereka bekerja di sini.


Dalam penyelenggaraan program ini, bahasa yang digunakan tetap menggunakan bahasa International yaitu bahasa Inggris untuk memepersatukan bahasa di ASEAN. Dan menurut saya dalam penyelenggaraan AEC ini bahasa kedua (second Languange) adalah bahasa Indonesia karena menurut data statistic yang pernah saya baca, Indonesia adalah Negara yang memiliki kepadatan penduduk yang sangat tinggi di kawasan ASEAN. Bahkan pemerintah Thailand pun sudah menghimbau warganya untuk belajar bahasa Indonesia. Karena pemerintah Thailand sadar bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menguasai Negara di ASEAN.

Saya memikirkan bahwa di tahun 2015 nanti akanbanyak terjadi persaingan. Maka dari itu, sekarang kita harus siap menyambut AEC tersebut dengan melancarkan hard skill dan soft skill terutama pada bahasa Inggris. Kita sebagai generasi bangsa harus mempersiapkan diri, karena jika kita tidak siap, maka bangsa lain akan menguasai Negara kita yang kaya akan sumber daya alam ini. Meskipun banyak dampak positifnya, AEC ini juga ada dampak negatifnya ketika Negara kita ini belum siap menyambut AEC tersebut.Negara kita harus membiasakan diri untuk lebih menerapkan kedisiplinan.

Untuk meminimalisir dampak negatif tersebut, Pemerintah harus mensosialisasikan AECini kepada seluruh warga Indonesia secara cepat supaya seluruh warga ini siapakan kedatangan AEC ini. Karena setelah saya survey di berbagai tempat, banyak yang belum mengerti/mengetahui program AEC. Di kalangan pelajar pun masih banyak yang belum tahu tentang AEC ini.

Siapkah Indonesia menyambut ASEAN Economy Community? Meskipun banyak pertentangan tentang AEC ini, kita tetap harus mendukung hasil yang akan disepakati oleh konferensi ASEAN. Siap tidak siap, pemerintah pastinya sudah memikirkan jalan keluar jika AEC ini dilaksanakan, tentang bagaimana kesiapan dari rakyat Indonesia dan bagaimana cara untuk menghadapi persaingannya.

Mikael Anggoro
Naval Architecture, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
FB: https://www.facebook.com/mikael.anggoro.3
TW: @mikaelgamers

Poskan Komentar

 
Top